News 25 Mar, 2021 92

2021, Potensi Ekonomi Industri Direct Selling Diperkirakan Rp 21 Trililun

<?=$content->title;?>

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) didapuk menjadi penasihat Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), asosiasi berkelas internasional sekaligus anggota World Federation Direct Selling Association (WFDSA). Bambang mengungkapkan potensi ekonomi industri direct selling (penjualan langsung), atau yang biasa akrab dikenal masyarakat dengan multi-level marketing (MLM) nasional 2021 diperkirakan Rp 21 trililun.

Bambang mengatakan, sebanyak 147 perusahaan direct selling pada tahun 2019 mencatatkan transaksi penjualan Rp 14,7 triliun dengan melibatkan 5,3 juta mitra usaha. Di tahun 2020, jumlahnya diperkirakan meningkat mencapai Rp 16,3 triliun. Bahkan EuroCham memperkirakan potensi ekonomi dari industri direct selling di tahun 2021 diperkirakan menembus Rp 25 triliun. "Ini menunjukan betapa kuat dan besarnya industri direct selling sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (5/3/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, kekuatan industri direct selling juga terlihat dari besarnya pendapatan anggota APLI yang bisa mencapai minimal Rp 40 miliar sebulan. Di tengah besarnya peran APLI dalam memajukan perekonomian nasional, berbagai hambatan dan tantangan atas keberadaan UU Nomor 7 Tahun 2014, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2019, dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021, juga dihadapi APLI.

Kepada para pengurus APLI, Bambang akan mendorong pelaku industri direct selling bersinergi dengan financial technology (fintech) agar bisa memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki. Terlebih karena pandemi Covid-19, tak memungkinkan manusia berinteraksi secara langsung. "Pelaku usaha MLM harus memanfaatkan teknologi informasi," kata Bambang.

Segenap pengurus dan anggota APLI berterima kasih atas kesediaan Bambang jadi penasihat APLI untuk terus berkomitmen memaksimalkan potensi ekonomi Indonesia.

“Kami meminta pak Bambang menjadi penasihat APLI dengan alasan pola pikir beliau yang melihat kepentingan rakyat di atas segalanya, serta memiliki intelegensia yang mampu menciptakan pemikiran strategis untuk industri kami,” ujar Ketua Umum APLI yang juga President Nu Skin Indonesia Brunei & Filipina, Kany Soemantoro, usai beraudiensi dengan Ketua MPR RI.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua dan Dewan Komisioner APLI Djoko Komara yang melihat sosok politisi itu selalu mendukung industri APLI. “Pak Bambang menyarankan agar kami berkolaborasi dengan UMKM untuk membantu usaha lokal kerakyatan ssehingga roda perekonomian tetap berputar di masa pandemi," jelasnya.


sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/741715/2021-potensi-ekonomi-industri-direct-selling-diperkirakan-rp-21-trililun


Artikel Terkait