News 23 Oct, 2020 132

Diseminasi Kemendag mengenai Kebijakan Distribusi Barang secara Langsung

<?=$content->title;?>

Diseminasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Asosiasi penjualan langsung yang ada di Indonesia pada 22 Oktober 2020, membahas Kebijakan Distribusi Barang secara Langsung.

 Dari data survey yang dilakukan Kemendag terhadap mitra usaha perusahaan penjualan langsung (231.308 responden) menunjukan bahwa perkembangan perusahaan penjualan langsung di Indonesia cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah penerbitan SIUP KBLI 47999 pada tahun 2019 sebanyak 139 perusahaan sedangkan di tahun sebelumnya hanya 24 perusahaan. Dan di tahun 2020 bertambah menjadi 145 perusahaan* (data per September 2020) yang mayoritas perusahaan berasal dari dalam negeri dengan total 70.61%. Sebaran perusahaan penjualan langsung di Indonesia mayoritas terletak di Jakarta dengan persentase 63.43% dan selebihnya tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten dan daerah lainnya.

 Jika dilihat dari kondisi demografis mitra usaha, sebanyak 64% dilakukan oleh perempuan sedangkan laki-laki 36% dengan usia rata-rata 24-30 serta dilakukan paling banyak oleh pelajar/mahasiswa dan karyawan swasta. Sektor ini sangat berkontribusi sebagai sumber pendapatan sampingan. Alasan utama masyarakat menjadi mitra usaha karena kualitas produk perusahaan dan bonus yang didapat dari bisnis tersebut. Kebanyakan mitra usaha melakukan penjualan produk ke kerabat-kerabat melalui sosial media pribadinya.

 Dalam survey tersebut juga disimpulkan bahwa persepsi responden mengenai Skema Piramida adalah kegiatan yang mengandung unsur penyetoran uang dalam jumlah tertentu dan pasif income.

 Ini membuktikan bahwa peluang dalam sektor penjualan langsung sangat besar dan potensial untuk terus dikembangkan.


Artikel Terkait