Wawancara 02 Oct, 2019 384

Alm. Helmy Attamimi

<?=$content->title;?>

Dengan kerja keras dan kerja sama, semoga banyak tantangan dapat diatasi. Semoga!”

Demikian kira-kira sepenggal kalimat yang kami kenang dari wawancara dengan Pak Helmy Attamimi (Alm) seorang tokoh yang terkenal di dunia Multi Level Marketing, yang hingga akhir hayatnya beliau aktif menjabat sebagai penasehat APLI. Semasa hidupnya beliau adalah seorang ayah yang menerapkan disiplin tinggi kepada anak-anaknya dan juga seorang pengusaha yang sukses dalam menjalankan bisnis yang dipercayakan kepadanya.

APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) berdiri pada tahun 1984. Berawal dari kunjungan yang dilakukan oleh Pak Eddy Budhiman yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Umum IDSA (Indonesia Direct Sales Assosiation) ke kantor tempat kerja beliau adalah menjadi awal pertemuan keduanya. Hubungan ini terus berlanjut karena pada saat itu perusahaan beliau sudah menjadi anggota IDSA.

Seiring berjalannya waktu, Pak Eddy Budhiman merasa sudah saatnya IDSA mengalami reformasi. Oleh sebab itu, Pak Eddy Budhiman mengamanatkan posisi Ketua Umum IDSA kepada Pak Helmy Attamimi.

Sebagai Ketua Umum yang baru, Pak Helmy Attamimi menghadiri seminar tahunan WFDSA yang diadakan di Berlin tahun 1993. Disana, beliau menyadari bahwa asosiasi di India pun menggunakan nama yang sama, IDSA (India Direct Selling Assosiation). India sudah lama bergabung dengan WFDSA dan bahasa pengantarnya pun adalah bahasa Inggris sehingga India lebih berhak menggunakan nama IDSA tersebut. Oleh sebab itu, sepulangnya dari Berlin, Pak Helmy Attamimi memikirkan nama apa yang tepat untuk menggantikan nama IDSA. Setelah lama berpikir dan berdiskusi, untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan bangga berbahasa Indonesia, maka diputuskan IDSA berubah menjadi APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) sebagai nama yang tepat untuk menggantikan IDSA (Indonesia Direct Sales Assosiation). Walaupun nama IDSA sudah diubah menjadi APLI, akan tetapi logo yang digunakan tetap menggunakan logo IDSA.

Pada awal berdirinya APLI, Pak Helmy tidak serta merta menerima posisi menjadi Ketua Umum. Beliau masih berusaha untuk mencari orang yang lebih terpanggil guna menjalankan dan membesarkan APLI ke depannya. Beberapa kali beliau mencoba menawarkan posisi tersebut kepada beberapa orang, tetapi ditolak dengan alasan kesibukan dan beban tanggung jawab masing-masing. Karena banyaknya yang menolak tawaran ini, maka akhirnya oleh anggota asosiasi beliau ditunjuk menjadi Ketua Umum dan terus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum APLI hingga menjadi besar seperti sekarang.

Berdirinya APLI bukanlah perkara yang mudah pada awalnya, banyak permasalahan internal dan eksternal yang harus dibenahi serta memakan waktu bertahun-tahun. Sebagai Ketua Umum APLI yang menjabat selama 20 tahun, banyak selentingan / desas-desus yang tidak enak mengenai posisi beliau yang tidak tergantikan. Oleh sebab itu, Pak Helmy meminta diadakan sistem demokrasi dalam pemilihan Ketua Umum. Namun rupanya, beliau selalu terpilih dan dipercaya kembali menjadi Ketua Umum secara berturut-turut hingga 20 tahun.

Ada satu pernyataan beliau yang menarik, yaitu bahwa MLM adalah bagian dari direct selling dan bukan kebalikannya. Pak Helmy juga menekankan pentingnya kode etik dalam dunia MLM.

Kalau kita tanyakan kepada beliau tentang apa tantangan yang paling berat selama memimpin APLI, maka jawabannya sangat singkat, “ketika menjadikan semuanya satu dan mencegah terjadinya konflik”. Itulah yang diterapkan Almarhum selama 20 tahun memimpin APLI. Walhasil, kini APLI telah berkembang menjadi organisasi yang sangat kuat.

Sepanjang perjalanan beliau membesarkan APLI selama kurun 20 tahun ini, banyak hal yang sudah dihasilkan beliau bagi perkembangan perusahaan-perusahaan MLM/DS di Indonesia. Salah satu hal luar biasa yang di lakukannya adalah kemampuan untuk menyatukan APLI dengan Pemerintah sehingga dikeluarkannya Peraturan Menteri No.32 mengenai MLM/DS. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan di luar negeri, di mana MLM/DS masih berseberangan dengan pihak pemerintah.

Selamat jalan Bapak Helmy Attamimi. Jasa-jasa beliau untuk APLI dan perkembangan industri DS/MLM akan terus dikenang.


Artikel Terkait